Tampilkan postingan dengan label Anak Bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Bunda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2014

Ibu menyusui sebaiknya mengindari 7 Makanan

Mengapa Perlu Menghindari Makanan Tertentu?
Sederhana saja, sebab beberapa makanan tertentu akan dapat membuat produksi ASI Anda menjadi tidak optimal (jumlah berkurang), atau gizinya menjadi tidak optimal (kualitas berkurang) dan bahkan menjadi berbahaya untuk anak Anda.
Perlu diketahui bahwa pada bayi, makanan yang dikonsumsi oleh Ibu akan terkonsumsi juga oleh bayi melalui ASI, karenanya apa yang dimakan ibu maka itulah yang bayi makan. Jadi jika ada makanan yang berbahaya untuk bayi terkonsumsi oleh Ibu, maka dapat buruk akibatnya.
Makanan #1 : Kopi dan Teh
Makanan yang cukup berbahaya dan perlu untuk dihindari selama Ibu dalam masa menyusui adalah makanan dan minuman yang mengandung Kafein. Hal ini dikarenakan kafein pada ibu menyusui tidak akan terbuang secara sempurna, melainkan sebagiannya akan tersisa pada ASI yang dihasilkan.
Pada akhirnya, ASI yang dihasilkan akan mengandung kafein dan tertelan oleh bayi. Akibatnya bayi dapat menjadi rewel dan sulit tidur, dikarenakan mereka belum dapat mengeluarkan kafein dari dalam tubuh sebaik orang dewasa.
Makanan #2 : Coklat
Tahukah Anda bahwa coklat yang banyak disukai oleh Ibu yang sedang dalam masa menyusui pun ternyata dapat berbahaya bagi bayi? Ya, coklat dapat berbahaya bagi bayi yang sedang dalam masa menyusui. Hal ini diakibatkan karena coklat mengandung kafein yang cukup tinggi, yaitu antara 5-35 mg dalam setiap 30gram coklat. Hal ini seperti telah dijelaskan sebelumnya, akan dapat membuat bayi sulit tidur.
Makanan #3 : Makanan Yang Pedas
Makanan yang pedas merupakan salah satu makanan lainnya yang perlu untuk dihindari oleh Ibu yang sedang menyusui. Hal ini dikarenakan kandungan rasa pedas yang ada di dalam makanan tersebut, sedikit banyak akan terkonsumsi oleh bayi melalui ASI, dan akan membuat perut anak menjadi panas (iritasi) dan bahkan dapat mengakibatkan diare.
Makanan #4 : Overdosis Vitamin C
Kita semua tahu bahwa vitamin C akan dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga membantu untuk mempercepat penyembuhan penyakit. Vitamin C jelas sangat baik untuk tubuh, tidak perlu diragukan lagi.
Tapi jangan sampai memakan vitamin C terlalu banyak, karena vitamin C cenderung bersifat asam. Vitamin C yang terbawa terlalu banyak di dalam ASI pada akhirnya akan dapat membuat perut bayi menjadi perih dan juga membuat sistem pencernaan bayi terkena iritasi.
Pada umumnya, jika tubuh kita kelebihan vitamin C, maka akan dibuang melalui sistem ekskresi (urin) sehingga secara umum tidak akan berbahaya. Akan tetapi pada bayi yang masih kecil, sistem pencernaan mereka belum bekerja dengan baik sehingga kelebihan vitamin C akan tersimpan lama di dalam tubuh dan menimbulkan efek negatif.
Konsumsi vitamin C sewajarnya saja, sekitar 60 mg / hari, sesuai kebutuhan harian normal. Tidak perlu konsumsi terlalu banyak, khawatir berefek negatif untuk bayi.
Makanan #5 : Susu Sapi
Susu sapi adalah salah satu makanan yang tidak dapat dicerna oleh banyak bayi dengan baik. Bukan setiap bayi, akan tetapi cukup banyak bayi yang memiliki intoleransi terhadap bahan makanan berbasis susu sapi (lactose-intolerant).
Saat ibu menyusui mengkonsumsi susu sapi, sebagian dari alergen yang ada di dalam susu sapi akan masuk ke dalam ASI. Akibatnya, alergen tersebut akan memicu alergi pada bayi, yang dapat membuat bayi menjadi kolik, muntah, susah tidur bahkan terkena eksim pada kulit.
Tapi ini bukan berarti Anda tidak boleh untuk mengkonsumsi susu sapi atau produk berbahan dasar susu sapi. Jika memang tidak ada efek negatif yang terlihat nyata pada bayi, silakan lanjutkan konsumsi susu sapi tersebut.
Makanan #6 : Lemak Jenuh & Lemak Trans
Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans akan dapat berbahaya bagi perkembangan otak bayi. Hal itu dikarenakan lemak jenuh dan lemak trans (trans fat) terbukti menghambat produksi omega 3, yang sangat dibutuhkan oleh perkembangan otak bayi.
Hindari makanan gorengan yang memakai minyak bekas karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Selain itu, hindari makanan fast food seperti hamburger dan hot dog karena mengandung lemak trans (trans fat) yang berbahaya.
Makanan #7 : Alkohol & Nikotin
Makanan terakhir (dalam list ini) yang perlu untuk Anda hindari adalah makanan yang mengandung alkohol/memabukkan dan juga nikotin. Mengapa demikian? Sebab, seperti dijelaskan pada beberapa poin sebelumnya, alkohol dan nikotin akan terbawa dalam ASI dan terkonsumsi oleh bayi.
Pada bayi, efek negatif alkohol (minuman keras) dan nikotin (rokok) akan sangat terasa, di antaranya kecanduan terhadap kedua hal tersebut. Hal ini akan membuat bayi pusing, lemah, sulit bangun dan juga produksi ASI pun akan berkurang.
Demikian beberapa jenis makanan yang perlu untuk Anda hindari selama masa menyusui. Sayangi bayi kita, hindarkan mereka dari berbagai zat yang berbahaya untuk tubuh mereka.

Rabu, 08 Januari 2014

10 Masalah Menyusui dan Solusinya


Walaupun menyusui adalah proses alamiah antara Mama dan si kecil, tapi baik Mama dan si kecil masih harus menjalani proses pembelajaran untuk mendapatkan proses menyusui yang nyaman dan menyenangkan. Sebelum mencapai target itu, ada 10 hal yang sering mengganggu proses menyusui.
1. Sakit saat menyusui
Puting yang terasa sakit di awal proses menyusui adalah hal yang wajar, terutama bila Mama adalah Mama baru. Tapi bila puting masih terasa sakit setelah lebih dari 1 menit, cek posisi Mama dan si kecil.
Solusi: Posisi yang benar adalah bila dagu dan hidung si kecil menyentuh payudara Mama dan mulut bayi menutupi lebih banyak areola di bagian bawah puting daripada bagian atas.  Bila posisi sudah benar dan proses menyusui masih menyakitkan bisa disebabkan oleh puting Mama  yang kering. Pakailah pakaian yang longgar dan hindari membersihkan puting dengan sabun. Krim berbahan dasar lanolin bisa Mama oleskan di antara proses menyusui.
2. Puting retak dan kering
Masalah ini bisa disebabkan oleh banyak hal: sariawan, kulit kering, kesalahan saat memompa ASI, atau kesalahan posisi menyusui. Pada minggu awal menyusui, Mama mungkin mengeluarkan sedikit darah dari payudara saat si kecil baru belajar menyusui atau Mama baru mulai belajar memompa ASI. Hal ini tidak akan membahayakan si kecil bila jumlahnya tidak terlalu banyak.
Solusi: Cek posisi menyusui (sesuai poin 1). Sebaiknya Mama menyusui lebih sering dengan periode lebih singkat, karena bila bayi terlalu lapar, hisapannya akan semakin kencang dan bisa melukai payudara Mama. Bersihkan puting yang terluka dengan air bersih saja. ASI Mama juga bisa membantu menyembuhkan luka Mama, jadi oleskan sedikit ASI Mama ke puting Mama sebelum dan sesudah menyusui. Bila semua sudah dicoba dan puting Mama masih terluka, coba gunakan krim lanolin yang khusus dibuat untuk Mama menyusui
 3. Saluran ASI yang tersumbat
Penyumbatan saluran ASI biasanya terjadi karena payudara yang terlalu penuh karena ASI lama tidak dikeluarkan. Hal ini juga bisa disebabkan oleh BH menyusui yang terlalu ketat danstress. Bila saluran ASI Mama tersumbat, akan ada gumpalan keras di payudara Mama yang terasa sakit bila disentuh. Bila Mama mulai demam, berarti penyumbatan mengakibatkan infeksi dan Mama harus segera ke dokter.
Solusi: Beristirahatlah yang cukup. Kompres payudara Mama dengan kompres hangat dan pijat payudara Mama untuk menstimulasi penyaluran ASI. Penyumbatan saluran ASI tidak berbahaya untuk bayi, jadi Mama bisa terus menyusui si kecil.
4. Payudara bengkak
Pembengkakan payudara mempersulit proses menyusui karena bayi sulit menghisap payudara Mama yang terlalu kencang
Solusi: Pijat payudara Mama dengan tangan sebelum menyusui agar ASI keluar dengan lancar dan payudara jadi tidak terlalu kencang, sehingga si kecil lebih mudah menyusui. Semakin sering Mama menyusui si kecil justru memperkecil resiko payudara Mama membengkak.
5. Mastitis
Mastitis adalah infeksi bakteri di payudara Mama yang ditandai oleh gejala mirip gejala flu, seperti demam, dan payudara yang sakit. Hal ini biasa terjadi di minggu awal setelah kelahiran, dan bisa juga terjadi saat proses penyapihan. Hal ini biasanya disebabkan oleh puting yang kering, penyumbatan saluran ASI, atau payudara yang bengkak.
Solusi: cara yang paling tepat untuk melawan infeksi ini adalah dengan antibiotik, kompres panas, dan rutin ‘mengosongkan’ payudara Mama. Pompa payudara Mama sampai daerah yang kemerahan menjadi tidak terlalu kencang. Mama masih bisa terus menyusui si kecil walaupun Mama terkena mastitis.
6. Thrush/sariawan
Thrush adalah infeksi di mulut bayi yang bisa menular ke payudara Mama. Infeksi ini menyebabkan gatal-gatal, sakit, dan bahkan ruam.
Solusi: Dokter Mama akan memberikan obat anti jamur untuk dioleskan di puting Mama dan di mulut si kecil. Baik Mama dan bayi harus mendapat pengobatan pada saat yang sama untuk mempercepat penyembuhan.
7. Produksi ASI sedikit
Bila dokter anak si kecil khawatir dengan penambahan berat badan si kecil yang dinilai kurang, produksi ASI Mama yang kurang banyak bisa menjadi penyebabnya.
Solusi: Penyusuan dan pemompaan payudara secara rutin bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Proses menyusui adalah proses supply and demand, jadi semakin banyak Mama menyusui si kecil, akan semakin banyak pula produksi ASI Mama.
8. Bayi tertidur saat menyusui
Selama bulan-bulan awal setelah kelahiran, bayi biasanya selalu mengantuk. Jadi tertidur saat menyusui adalah hal yang normal.
Solusi: Bila si kecil tertidur saat menyusui, stimulasi dia dengan menggelitik kakinya atau menggosok punggungnya. Masalah ini biasanya akan menghilang seiring si kecil semakin besar.
9. Puting rata.
Coba tarik puting Mama dengan jempol dan telunjuk Mama. Bila puting Mama justru tertarik ke dalam dan tidak menonjol ke luar, berarti Mama memiliki puting rata. Walaupun hal ini bukan masalah besar dalam menyusui asal Mama tahu trik menyiasatinya.
Solusi: Ada beberapa metode pemijatan yang bisa Mama cari di dunia maya unuk membantu Mama ‘mengeluarkan’ puting Mama. Selain itu, Mama bisa mencoba memompa payudara untuk mengalirkan ASI sebelum meletakkan si kecil di posisi menyusui.
10. Pengeluaran ASI terasa menyakitkan
Kadang bila payudara Mama mengeluarkan ASI dengan terlalu deras, payudara Mama akan terasa sakit. Beberapa Mama akan merasa seperti kesemutan dan Mama lainnya hanya merasa sedikit ngilu saja.
Solusi: Bila rasa kesemutan ini berubah menjadi rasa seperti tertusuk, Mama perlu mengecek apakah Mama terkena infeksi payudara. Bila Mama terkena infeksi (disertai gejala demam dan meriang), Mama perlu meminum antibiotik. Konsultasikan pada dokter untuk antibiotik yang aman untuk Mama menyusui, sehingga nutrisi si kecil tidak terganggu.

Sumber:
http://pregnant.thebump.com/new-mom-new-dad/feeding-baby/articles/top-10-breastfeeding-problems-solved.aspx